PERANAN MESJID DALAM PEMBINAAN MENTAL SISWA

Mesjid dilihat dari sudut bahasa berasal dari akar kata bahasa Arab ” sajada yasjudu sujudan” yang berarti tempat sujud, tempat shalat atau tempat menyembah Allah SWT. Karena mesjid merupakan tempat sujud dan tempat menyembah Allah SWT maka pembangunan mesjid dianjurkan disekitar perumahan atau pemukiman untuk memudahkan orang mendatanginya.
Dalam perkembangan sejarah Islam pengertian mesjid mengalami perubahan. Tidak saja sebagai tempat shalat atau ibadah semata melainkan juga sebagai pusat kegiatan umat Islam. Hal ini ditunjukan oleh Rosulullah SAW ketika beliau mengajarkan dan menerangkan hukum-hukum Islam atau memecahkan masalah-masalah duniawi di dalam mesjid.
Hal yang sangat menggembirakan bahwa pembangunan mesjid tidak hanya diperumahan atau dipermukiman tetapi sekarang disetiap lembaga pendidikan dalam hal ini sekolah atau madrasah sama-sama memiliki bangunan mesjid atau paling tidak mushola, namun ada juga sebagian sekolah memiliki bangunan yang cukup mentereng dan megah.

Ini membawa arah baru dan situasi yang sangat kondusif untuk menciptakan proses pembelajaran ke arah yang lebih positif dan bernuasa keagamaan. Karena disadari bahwa proses pendidikan tidak semata-mata menciptakan suasana belajar yang memisahkan antara ilmu dan agama.

Boleh dikatakan sekolah yang di masa sekarang tidak memiliki mesjid yang representatif termasuk sekolah atau madrasah yang sarana atau fasilitas belajarnya dipandang masih belum lengkap dan kurang. Bahkan dalam penilaian akreditasi mesjid merupakan salah satu pendukungnya. Oleh karena itu peranan mesjid dalam lembaga pendidikan dalam hal ini sekolah atau madrasah benar-benar sangat diperlukan dalam arti untuk pelengkap sarana belajar sepertinya ruangan-ruangan lain yang bisa dijadikan tempat belajar.

Berkaitan dengan pemikiran di atas maka mesjid memiliki peranan yang sangat penting dalam pembinaan mental siswa yaitu berfungsi :

1. Fungsi Ibadah atau Pembinaan Iman dan Taqwa

Fungsi ini sesuai dengan arti kata mesjid itu sendiri yaitu tempat sujud kepada Allah. Tetapi pengertian tempat ibadah di sini tidak hanya menyangkut ibadah yang bersifat individual seperti Iktikaf, shalat wajib dan sunat, membaca Al Quran, melainkan juga ibadah yang bersifat jamaah yang dilaksanakan secara bersama-sama seperti shalat Jumat dan lain-lain.

Dengan demikian siswa akan biasa terlatih apabila kegiatan-kegiatan keagamaan yang bersifat individual maupun jamaah kalau di sekolah atau di madrasah sudah biasa dilaksanakan. Misalnya, waktu istirahat pertama kira-kira pukul 10.00 dianjurkan untuk melaksanakan shalat sunat Dhuha. Istirahat kedua kira-kira pukul 12.00 melaksanakan shalat berjamaah Zuhur dan lain-lain.

2. Fungsi Sosial Kemasyarakatan

Disamping sebagai tempat ibadah, mesjid juga berfungsi sebagai pusat kegiatan sosial kemasyarakatan. Seperti kegiatan berorganisasi, musyawarah, kebersihan dan sebagainya. Siswa harus benar-benar diberi pemahaman tentang bagaimana hidup di tengah-tengah masyarakat sebab suatu saat nanti siswa akan kembali kemasyarakat.

Sehingga segala macam teori, ilmu pengetahuan, keterampilan dan sikap yang selama ini dipelajari harus memiliki relevansi dengan situasi, kondisi perkembangan masyarakat. Pendidikan akan lebih bermakna apabila tidak hanya bersifat teoritis saja, tetapi benar-benar para siswa merasakan mamfaatnya. Keberhasilan tidak hanya diukur oleh kemampuan secara akademis (kognitif) yang tertera dalam selembar ijazah dan buku rapor tetapi lebih dari itu bisa diaplikasikan setelah proses belajar secara formal selesai.

Idealnya lembaga pendidikan sebagai pusat pengkajian ilmu dan sebagai pembaharu terhadap perkembangan kehidupan sosial maka harus tetap memiliki komitmen dalam perubahan sebagaimana sebuah kaidah Al-muhatazatu ilal qodimis wal akdzu bil jadidil aslah (memprtahankan prinsip lama yang masih relevan dan mengambil prisip baru yang masih relevan). Perubahan dimasyarakat akan berubah ke arah yang lebih positf apabila dilembaga pendidikan terjadi proses internalisasi nilai-nilai yang sesuai dengan norma-norma agama, budaya sehingga jati diri sebagai insan beragama benar-benar lahir.

3. Fungsi Pendidikan

Dalam kurikulum tahun 2004 kegiatan belajar tidak hanya dilakukan di dalam kelas tetapi dapat pula dilaksanakan diberbagai tempatyang kira-kira dianggap efektif untuk terciptanya suasana belajar. Mesjid pun merupakan salah satu tempat yang bisa dijadikan tempat belajar mengajar. Khususnya pelajaran Agama, ( pelajaran Quran Hadits, Fiqih, Aqidah Akhlak dan lain-lain). Materi itu akan lebih bermakna dan mudah-mudahan lebih bermamfaat bagi siswa untuk masa yang akan datang. Bahkan tidak menutup kemungkinan bentuk pelajaran lain pun mesjid bisa dijadikan alternatif tempat belajar. Sebab banyak diantaranya mesjid itu dilengkapi dengan sarana seperti perpustakaan, ruang sidang, laboratorium bahasa dan lain-lain. Ini sangat positif sebab menciptakan para siswa lebih betah tinggal di mesjid dengan berbagai aktivitas yang baik.

4. Fungsi Ekonomi

Jangan disangka mesjid tidak memiliki peran secara ekonomi. Mungkin orang lupa tentang berbagai kegiatan seperti pengelolaan kas mesjid, infak, sodaqoh,zakat dan lain-lain. Ini semua berkaitan dengan masalah perekonomian. Misalnya dengan meberdayakan infak, sodaqoh (kencleng, kotak amal) meski uang kencringan lama-lama menjadi banyak. Hasilnya bisa dipakai membeli sajadah,karpet dan sebagainya. Kalau benar-benar dikelola dengan baik bisa dijadikan bekal pengalaman untuk kegiatan yang cakupannya lebih luas dari lingkungan mesjid. Maka sepantasnyalah sejak dini guru mendidik dan mengajarkan kepada siswanya agar mesjid dijadikan salah satu tempat belajar yang menyenangkan.

Penutup

Kesuksesan seorang guru tidak bisa diukur dengan materi tetapi ada tugas yang lebih penting dan berharga yaitu mengantarkan para siswanya agar mampu hidup dijamannya. Sehingga peran serta generasi muda pada masa yang akan datang benar-benar bisa dirasakan mamfaatnya. Namun hal ini berpulang kepada kepedulian kita semua, sejauh manakah pemberdayaan mesjid sebagai tempat segala aktivitas. Semoga … ! ***
Last Updated ( Minggu, 16 Oktober 2005 )

Tinggalkan komentar

Hello world!

Welcome to WordPress.com. After you read this, you should delete and write your own post, with a new title above. Or hit Add New on the left (of the admin dashboard) to start a fresh post.

Here are some suggestions for your first post.

  1. You can find new ideas for what to blog about by reading the Daily Post.
  2. Add PressThis to your browser. It creates a new blog post for you about any interesting  page you read on the web.
  3. Make some changes to this page, and then hit preview on the right. You can always preview any post or edit it before you share it to the world.

1 Komentar